HEADLINESPAPUA PEGUNUNGAN

Rakerkesda 2026, Dinkes Papua Pegunungan Tetapkan 5 Agenda Utama

13
×

Rakerkesda 2026, Dinkes Papua Pegunungan Tetapkan 5 Agenda Utama

Sebarkan artikel ini

WAMENA | Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan menetapkan lima agenda penting sebagai prioritas untuk menjawab tantangan pembangunan kesehatan di wilayah pegunungan.

Lima agenda tersebut menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Senin (2/11/2026).

Rakerkesda tahun ini mengusung tema “Percepatan Transformasi Menuju Papua Pegunungan Sehat, Mandiri dan Berdaya Saing”.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan, Titus Kogoya menjelaskan lima agenda penting tersebut antara lain; Meningkatkan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan.

Seluruh kabupaten diminta mengevaluasi capaian indikator SPM, memperbaiki kualitas data, dan menyusun langkah konkret untuk memenuhi target pelayanan.

Mempercepat penurunan stunting dan pengendalian penyakit menular. Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan balita, serta penanggulangan TBC, malaria, HIV dan penyakit menular lainnya harus ditingkatkan sesuai kebutuhan wilayah.

Memperkuat pemerataan tenaga kesehatan dan mutu pelayanan. Kebutuhan tenaga kesehatan harus dipetakan, fasilitas kesehatan difungsikan optimal, serta ketersediaan obat dan kualitas pelayanan ditingkatkan hingga wilayah terpencil.

Memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan. Setiap program harus disusun berbasis data dan kebutuhan masyarakat, dilaksanakan sesuai ketentuan, serta berorientasi pada hasil dan manfaat nyata.

Memastikan tindak lanjut hasil Rakerkesda. Setiap kabupaten wajib menghasilkan komitmen dan rencana tindak lanjut yang terukur, dilengkapi target pencapaian, penanggung jawab, dan jadwal pelaksanaan agar dapat dipantau bersama.

“Setiap kabupaten diharapkan menghasilkan komitmen dan rencana tindak lanjut yang jelas, dilengkapi target, penanggung jawab, dan waktu pelaksanaan agar dapat dipantau bersama,” tegas Titus.

Ia menekankan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dicapai oleh provinsi sendiri. Dibutuhkan kerja sama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah kabupaten sebagai garda terdepan pelayanan.

Kegiatan Rakerkesda dihadiri Asisten I Provinsi Papua Pegunungan yang mewakili Gubernur, para kepala dinas kesehatan se-Papua Pegunungan, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, serta jajaran pejabat kesehatan provinsi dan kabupaten.

Melalui forum ini, Dinas Kesehatan berharap lahir rekomendasi dan rencana aksi konkret sebagai pedoman bersama untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.

“Mari kita jadikan Rakerkesda Tahun 2026 sebagai momentum untuk menghasilkan langkah nyata dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan demi terwujudnya masyarakat Papua Pegunungan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” tutup Titus.

Editor | Redaksi Metro | SMSI Network

KONTEN DIBAWAH INI TANGGUNG JAWAB MITRA IKLAN