JAKARTA | Kontingen Indonesia mencetak sejarah di The Champions Competition World Choir Games (WCG) 2026 di Helsingborg, Swedia. Total 7 medali emas berhasil dibawa pulang ke tanah air sekaligus sebagai kado HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 81 tahun.
Merah Putih berkibar gagah di panggung paduan suara paling prestisius dunia.
Yang membanggakan, dari koleksi 7 medali emas tersebut, 4 medali emas disumbangkan dua paduan suara universitas tersohor Indonesia Timur yakni Gema Chandra Choir Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua dan Hotumese The Student Choir of Pattimura Universitas Pattimura, (Unpatti) Ambon, Maluku.
Panitia Interkultur menyebutkan kedua choir tersebut tampil di kategori bergengsi dan meraih predikat Gold dengan kualifikasi untuk event internasional Interkultur selanjutnya.

Sesuai data resmi Competition Results WCG 2026 yang dirilis; tim Gema Chandra Cendrawasih University Choir meraih dua emas di kategori Mixed Choirs, konductor Deddy Mangganggong Krey dan dinyatakan lolos ke World Choir Games Champions Competition; World Choir Championships – Champions Round.
Emas kedua disabet pada kategori Folklore and Indigenous Music with Accompaniment dengan konduktor Elimelekh Daniel Wanma. Kemenangan di kategori Folklore menjadi bukti kuatnya identitas budaya Papua yang dibawakan Gema Chandra memukai mata juri internasional.
Sedangkan Hotumese The Student Choir of Pattimura (Unpatti) meraih dua medali emas dari kategori C15 – Gospel, Spiritual and Music of Spirit & Faith dengan konduktor Yudi Orlando Lewantaur. Dinyatakan lolos ke World Choir Games – Champions Competition; World Choir Championships – Champions Round; Grand Prix of Nations)
Emas kedua dari kategori C17 – Pop Choirs dengan konduktor: Franco Etshirt Ayal. Dengan raihan di atas 93 poin, Hotumese Choir mencatatkan diri sebagai salah satu choir dengan poin tertinggi di kategorinya.
Tambahan 3 Medali Emas Indonesia lainnya diraih oleh paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin dengan konduktor Anshari Sanusi pada kategori Folklore and Indigenous Music a cappella.
Kemudian 2 emas disabet Vocalista Angels dengan konduktor Yason Christy Pranowo di kategori Folklore and Indigenous Music with Accompaniment dan kategori Children’s Choirs.

Dengan prestasi terbaik ini maka Gema Chandra Uncen, Hotumese The Student Choir of Pattimura (Unpatti) mendapatkan kualifikasi Q I dan Q II untuk tampil di World Choir Games – Champions Competition, World Choir Championships – Champions Round, dan Grand Prix of Nations dalam 5 tahun ke depan.

Ketua Kontingen Paduan Suara Uncen, Dr. Ferdinand Risamasu menyampaikan apresiasi atas prestasi yang ditorehkan putra-putri Papua diajang dunia tersebut.
Ia mengatakan prestasi tersebut berbanding lurus dengan persiapan latihan yang telah dijalani tim Paduan suara Gema Chandara Uncen selama kurang lebih bulan.
Tim Paduan suara Gema Chandara Uncen dilepas pada Jumat 07 Agustus 2026 dalam sebuah upacara resmi yang gelar di Rektorat Universitas Cenderawasih, Waena, Kota Jayapura.

Saat pelepasan, Ferdinand menyampaikan bahwa timnya mempersiapkan 8 lagu yang dibawakan pada ajang tersebut masing-masing lagu Mambesak, Makadir, Jangan Undure, dan Hela Rotan pada kategori Folklore sedangkan kategori Mixed Choir, menampilkan Father Thunder, Rhythmik Gott, Fajar dan Senja, serta Great God Almighty.
Gema Chandra Choir Uncen langsung mengikuti babak final, mengingat pada ajang yang sama, tim tersebut tampil luar biasa dan menjadi finalis sekaligus meraih medali emas.
“Kalian tak hanya membawa identitas Papua tetapi juga nama mewakili masyarakat Papua dan Indonesia oleh karena itu tampil dengan suara khas terbaik dan disiplin,”harap Dr. Dirk Y. P. Runtuboy, S.Pd., M.Kes Wakil Rektor I Uncen Bidang Akademik saat pelepasan.
40 Negara Peserta dengan 8500 Penyanyi
Lebih dari 160 paduan suara dan sekitar 8.500 penyanyi dari lebih dari 40 negara dan wilayah berkumpul selama sebelas hari pada World Choir Games ke-14 di Helsingborg, Swedia.
Paduan suara berkompetisi dalam dua kategori utama The Open Competition (Kompetisi Terbuka) dan The Champions Competition (Kompetisi Juara).
Kompetisi berakhir dengan catatan prestasi yang mengesankan dalam kedua bagian World Choir Games tersebut, total 110 medali emas dan 22 medali perak dianugerahkan dalam The Champions Competition.

Tiongkok memuncaki daftar perolehan medali dengan total 44 medali, diikuti oleh Swedia dengan 12 medali, serta Kanada dan Indonesia yang masing-masing meraih tujuh medali.
Presiden INTERKULTUR, Günter Titsch mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh paduan suara yang berpartisipasi. Mereka telah mengatasi berbagai hambatan dan datang dari seluruh penjuru dunia untuk menyampaikan pesan perdamaian.
“Mereka telah menghadapi tantangan, melampaui kemampuan diri sendiri, serta layak mendapatkan penghormatan dan apresiasi tertinggi dari kita. Melalui penampilan mereka di berbagai konser dan lokasi istimewa di seluruh Helsingborg, mereka telah mewujudkan misi INTERKULTUR: ‘Bernyanyi bersama menyatukan bangsa-bangsa,”ucap Gunter dalam press releasenya yang dikutip Jumat 21 Agustus 2026.

Fred Sjöberg, Direktur Artistik World Choir Games 2026, juga menyampaikan apresiasti positif. Menurutnya, World Choir Games di Helsingborg telah menunjukkan secara mengesankan keragaman dan standar tinggi dunia paduan suara internasional saat ini.
Senada Martina Arnér, Manajer Proyek World Choir Games 2026 Swedia, mengatakan bangga menjadi tuan rumah World Choir Games di Helsingborg dan merasakan pengalaman luar biasa.
“Bagi warga kami, ajang ini merupakan hadiah istimewa: sebuah kesempatan untuk menyaksikan seni paduan suara tingkat internasional tertinggi, tepat di lingkungan mereka sendiri. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, mulai dari peserta dan sukarelawan hingga sponsor dan mitra. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada INTERKULTUR atas kerja sama yang sangat sukses ini. Bersama-sama, kami telah menciptakan sebuah acara yang akan terus memberikan dampak positif bagi Helsingborg di masa mendatang.”
Editor: Redaksi Metro





