WAMENA | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tegaskan mendukung pembangunan rumah ibadah di DOB tersebut. Komitmen ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam rangka pererat persatuan dan kesatuan.
Tahun depan Pemprov, bakal menyalurkan dan sebesar Rp2,5 milliar untuk penyelesaian pembangunan Gereja Kemah Injil (KINGMI) jemaat Anugerah Klasis Pugima, Wamena, Jayawijaya.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,SE.,M.B.A saat menghadiri ibadah Penggalangan Dana Pembangunan Gedung Gereja KINGMI Jemaat Anugerah Klasis Pugima, Kamis (20/8/2026).
Ibadah penggalangan dana Pembangunan dipimpin Pdt. Mihel Molama, S.Th dengan tema “Dari Manakah Akan Datang Pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan” (Mazmur 121:1-8)
Dalam ibadah ini, Gubernur beserta keluarga menyerahkan bantuan secara pribadi sebesar Rp100 juta.
“Saya ucapkan salam sejahtera bagi kita sekalian. Puji Tuhan, kita tepuk tangan buat Tuhan Yesus. Yesus itu baik. Tuhan kasih cuaca yang baik,” ujar John mengawali sambutannya.
“Bantuan untuk dukung penyelesaian pembangunan gereja KINGMI Jemaat Anugerah Klasis Pugima, sebesar Rp2,5 milliar akan disalurkan melalu bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027,”jelas Gubernur Tabo.

Dikatakan Gubernur, dukungan anggaran pembangunan rumah ibadah di Papua Pegunungan dilakukan secara bertahap.
“Saya selaku Gubernur, saya bangga lihat Bapak-bapak Kepala Desa memberi sumbangan untuk membangun rumah Tuhan. Kita tepuk tangan buat Bapak Kepala Desa di sini,” ungkapnya.
John Tabo menilai pembangunan gereja tidak hanya berdimensi fisik, melainkan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan menyiapkan generasi penerus Papua Pegunungan.
Ia juga mengenang perjalanan pengabdiannya saat bertugas di Lelim pada 1992-1999. Selama sembilan tahun, ia mengaku harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dan menghadapi berbagai tantangan akses.
“Saya pergi tugas itu jalan kaki dari Wosi sampai di Lelim, jalan kaki. Dua malam di tengah jalan. Itu yang Tuhan lihat saya. Dengan hati yang senang saya pergi,” tuturnya.
Ia menceritakan pengalamannya saat melintasi Jembatan Landikma yang kala itu hanya menggunakan tali rotan.
“Jembatan Landikma itu, hanya jembatan itu, pakai tali rotan satu, jadi saya luncur dari sebelah. Ngeri, ngeri sedap,” kenangnya.
Menurut John, pengalaman tersebut menjadi bagian penting yang membentuk perjalanan pengabdiannya hingga dipercaya menjabat sebagai Gubernur Papua Pegunungan.
Kata GUbernur, kehidupan gereja dan pendidikan iman berperan penting dalam membentuk karakter dan lahirkan pemimpin masa depan di Papua Pegunungan.

Ia memaknai nama Anugerah sebagai pesan agar jemaat tidak hanya menerima berkat, tetapi juga menjadi berkat bagi sesama. “Nama Anugerah ini, ya, yang terdapat dalam Kitab Suci itu, kalian jadi berkat, anugerah buat orang-orang yang lain,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya berupaya menghadiri setiap undangan gereja di Wamena. Apabila berhalangan karena tugas di luar daerah, ia akan menugaskan staf ahli, asisten, sekretaris daerah, atau kepala dinas untuk mewakili pemerintah.
Ibadah Penggalangan dihadiri Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Pegunungan, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah daerah, para hamba Tuhan, kepala kampung, panitia pembangunan, dan jemaat Gereja Anugerah Klasis Pugima.
Editor | Tim Redaksi





