WAMENA | Gubernur Papua Pegunungan Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A., menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) harus siap sedia bertugas di mana saja. Hal itu merupakan konsekuensi dari sumpah jabatan yang diucapkan saat dikukuhkan sebagai pegawai pemerintah.
“Saat sumpah jabatan, Saudara telah berikrar bahwa siap bersedia apabila menjadi pegawai negeri ditempatkan di mana saja. Baik di dalam goa, di gunung, di pantai, di rawa, maupun di lembah-lembah,” ujar Gubernur John Tabo saat memberikan arahan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, di Wamena.
Gubernur mengingatkan pentingnya rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap pekerjaan. Ia menyinggung sikap sebagian ASN yang berdoa dengan sungguh-sungguh agar lulus seleksi, namun lalai setelah mengantongi Nomor Induk Pegawai (NIP).
“Ingat baik-baik, kita semua ini adalah anak-anak Tuhan. Harus ada rasa memiliki dan rasa tanggung jawab. Waktu belum jadi pegawai, berdoa siang-malam minta kelulusan dengan air mata. Bagaimana setelah jadi pegawai, sudah pegang NIP, pekerjaan tidak dilaksanakan?” katanya.
Ia menyampaikan hal tersebut bukan sekadar retorika, melainkan berdasarkan pengalaman pribadi yang pernah berjalan kaki naik-turun gunung saat bertugas.
“Kuncinya itu rasa memiliki. Kalau kita merasa memiliki pekerjaan itu, kita anggap penting. Kalau tidak, yang ada hanya beban. Tidak pernah mengucap syukur,” ujarnya.
Gubernur juga meminta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kedisiplinan. Setiap OPD diminta menggelar rapat mingguan untuk mengevaluasi kehadiran pegawai.
“Jangan hanya berbicara dalam apel saja, realisasinya harus dilakukan. Orang bekerja baru diberi. TPP itu bukan hak paten, itu kebijakan. Gaji itu hak paten. Walaupun menerima gaji, kalau tidak bekerja sama saja bohong,” tegasnya.
Gubernur meminta percepatan realisasi dana Otonomi Khusus dan kegiatan lanjutan agar segera dilelang, mengingat waktu pelaksanaan tinggal dua bulan.
Ia menyebutkan Papua Pegunungan bersama Papua Selatan saat ini berada di zona hijau dalam hal kelengkapan administrasi, perencanaan, penganggaran, dan sidang perubahan APBD.
Gubernur juga mengimbau ASN untuk menyosialisasikan bahaya narkotika kepada keluarga. Ia menyoroti maraknya peredaran ganja yang memicu tindak kriminal.
“Orang kalau mengisap ganja, pikirannya sudah tumpul. Rasa berani saja yang hebat. Tolong sampaikan kepada keluarga untuk menjaga diri dari barang-barang terlarang,” katanya.
Menutup arahannya, Gubernur meminta masyarakat tidak resah dengan kehadiran aparat TNI-Polri yang bertugas menjaga keamanan.
“Jangan kaget kalau aparat banyak. Itu tugas mereka untuk keamanan. Negara kita ini negara hukum, ada aturan. ASN tidak boleh berkomentar sembarangan,” ujarnya.
“Mari kita terus berdoa supaya Tanah Papua ini tetap pulih dalam keamanan, kenyamanan, dan kedamaian. Tuhan Yesus memberkati. Wa wa wa wa,” pungkasnya.
Editor | Redaksi Metro




