HEADLINES

Papua Pegunungan Raih 6 Emas di PON Aceh-Sumut, Terbaik Se DOB Tanah Papua

×

Papua Pegunungan Raih 6 Emas di PON Aceh-Sumut, Terbaik Se DOB Tanah Papua

Sebarkan artikel ini

WAMENA | Ketua Umum KONI Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., MBA, memastikan atlet peraih medali di PON XXI Aceh-Sumut menjadi prioritas pembinaan.

Papua Pegunungan yang tampil perdana sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) di PON Aceh-Sumut mencatatkan 6 medali emas dan 3 perunggu. Capaian tersebut menjadi yang terbaik di antara DOB se-Tanah Papua.

“Ini catatan sejarah pertama bagi Papua Pegunungan di PON. Atlet yang sudah berprestasi harus menjadi prioritas pembinaan,” tegas John Tabo saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) I KONI Papua Pegunungan di Wamena, Kamis (27/8/2026).

John Tabo yang juga Gubernur Papua Pegunungan menyampaikan apresiasi kepada atlet yang telah mengharumkan nama daerah.

Ia menyebutkan, dari 41 cabang olahraga (cabor) di bawah KONI Papua Pegunungan, baru 25 cabor yang terverifikasi. Kondisi itu menjadi bahan evaluasi untuk menentukan skala prioritas pembinaan sesuai potensi dan kemampuan fiskal daerah.

John Tabo meminta pengurus menyusun program kerja secara realistis, sederhana, dan terukur.

“Kita harus susun program realistis. Jangan buat program terlalu besar sementara kemampuan belum mencukupi. Kita mulai dari kekurangan yang ada dan bertahap menuju kelebihan,” ujarnya.

Dengan keterbatasan fiskal, ia mendorong KONI memprioritaskan cabor potensial dengan biaya pembinaan efisien namun berpeluang medali, seperti cabor perorangan tinju, pencak silat, dan taekwondo.

“Kalau fiskal terbatas, kita lihat cabor yang biaya pembinaannya efisien tapi peluang medalinya besar. Ini yang harus kita diskusikan bersama,” katanya.

Selain pembinaan atlet, John Tabo menekankan penguatan struktur KONI kabupaten. Kabupaten yang belum dikukuhkan diminta segera membentuk kepengurusan agar pembinaan tidak terpusat di provinsi, melainkan menyentuh distrik dan kampung.

Ia juga mengingatkan pengurus tidak membawa dinamika politik ke dalam organisasi olahraga.

“Pertandingan politik sudah selesai. Jangan bawa perbedaan politik ke dalam pembinaan olahraga. Kita harus bersatu membangun olahraga Papua Pegunungan,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Rakerprov I KONI Papua Pegunungan, Semi Hisage, mengatakan Raker memiliki tiga tujuan utama.

Pertama, menyusun visi dan arah pembinaan olahraga di delapan kabupaten. Kedua, menyusun program kerja dan kalender kegiatan KONI Papua Pegunungan Tahun 2026. Ketiga, menyiapkan atlet terbaik untuk agenda olahraga daerah dan nasional.

“Raker menjadi forum strategis untuk evaluasi program kerja dan memperkuat koordinasi antara KONI provinsi, kabupaten, dan seluruh cabor,” kata Semi.

Ia berharap hasil Raker menjadi dasar pembinaan yang terarah dan berkelanjutan untuk melahirkan atlet berprestasi dari Papua Pegunungan.

Editor: Hendrol K

KONTEN DIBAWAH INI TANGGUNG JAWAB MITRA IKLAN
error: Content is protected !!