EKONOMI & BISNISHEADLINES

BI Papua Perkuat Rantai Pasok Pangan Lewat GPIPS Sulampua 2026

5
×

BI Papua Perkuat Rantai Pasok Pangan Lewat GPIPS Sulampua 2026

Sebarkan artikel ini

JAYAPURA | Bank Indonesia Perwakilan Papua memperkuat konektivitas dan rantai pasok pangan untuk menjaga stabilitas harga di Papua dan Daerah Otonom Baru (DOB). Penguatan ini menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) 2026.

GPIPS Sulampua 2026 digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 23 Oktober 2026. Acara dibuka Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono, Wamenko Perekonomian Drajad Hari Wibowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi.

Dalam forum tersebut, Bank Indonesia meluncurkan inovasi “Tallukarsa Pangan Sulampua” atau tiga daya upaya: Karsa Daya, Karsa Sambung, dan Karsa Tata. “Ke depan, peningkatan produksi hingga efisiensi rantai pasok agar direplikasi ke daerah lain sehingga inflasi terkendali dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Thomas.

Pemerintah pusat mencatat fundamental ekonomi tetap kuat. Pertumbuhan ekonomi semester I-2026 mencapai 5,45 persen dengan inflasi nasional terjaga 3,28 persen, sesuai sasaran 2,5%±1%.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 131,11, tertinggi dalam 34 tahun. Stok beras nasional per 23 Oktober 2026 tercatat 4,5 juta ton.

Karakteristik Papua dengan sentra produksi dan konsumsi yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan membuat konektivitas menjadi kunci.

Kepala Perwakilan BI Papua, Warsono, menjelaskan tiga strategi yang dijalankan bersama TPID Papua dan tiga DOB yakni Karsa Daya, perkuat Produksi Dukungan sarana prasarana pertanian untuk cabai, bawang merah, dan beras. Pendampingan hilirisasi olahan ikan dan cabai, business matching petani dan UMKM dengan ritel modern, serta pelatihan petani asli Papua bekerja sama dengan IPB Bogor.

Karsa Sambung Perkuat Distribusi, kerja Sama Antar Daerah (KAD) Kabupaten Keerom – Kota Jayapura dan Kabupaten Enrekang – Kota Jayapura, serta penyangga KAD Kota Jayapura – Kabupaten Merauke. Dilengkapi Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dan Gerakan Pangan Murah lewat Gerobak Sentani dan Gerbang Kasih bersama Bulog, TNI-Polri, Baznas, dan rumah ibadah.

Karsa Tata Perkuat Data dan Koordinasi, rapat koordinasi dan High Level Meeting TPID, penguatan neraca pangan, sinergi dengan BPS dan BMKG untuk antisipasi risiko iklim, serta edukasi belanja bijak.

Upaya ini berbuah hasil. TPID Provinsi Papua dan TPID Kota Jayapura meraih penghargaan TPID Berkinerja Terbaik se-Nusampua 2026.

Rakor TPIP/TPID se-Sulampua juga merumuskan “Panca Reso Sipatokkong Pangan Sulampua”, yaitu:Penguatan hulu produksi yang adaptif iklim, Hilirisasi untuk nilai tambah dan umur simpan, Perluasan akses pembiayaan petani-nelaya, Penguatan data stok dan operasi pasar berbasis Early Warning System dan Penguatan konektivitas antarpulau.

Komitmen ini menjadi pijakan untuk menjaga pasokan menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Dengan semangat Sinergi Merah Putih, kami akan terus menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga daya beli masyarakat hingga ke penjuru Papua,” kata Warsono.

Editor | Redaksi Metro | SMSI Network

KONTEN DIBAWAH INI TANGGUNG JAWAB MITRA IKLAN
error: Content is protected !!