JAYAPURA | Saat ini Universitas Cenderawasih (Uncen) telah memiliki 39 profesor sebagai modal intelektual yang sangat berharga untuk memperkuat jejaring akademik dan reputasi universitas di tingkat nasional dan global.
Jumlah tersebut dipastikan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah tenaga dosen yang telah menyelesaikan studi Doktoral dan siap mengabdi di Uncen.
Rektor Uncen Prof.Dr. Oscar Oswald O Wambrauw, SE.,M.Sc. Agr mengatakan kehadiran lima doktor baru yang diperkenalkan pada Rapat Terbuka Senat Uncen Dalam Rangka Wisuda Periode III Tahun 2026, Kamis 20 Agustus 20206 di Auditorium Uncen, Abepura, menjadi bukti nyata komitmen Uncen dalam meningkatkan kualitas dosen dan memperkuat kapasitas Tridharma Perguruan Tinggi.
“Kehadiran lima doktor baru yang baru saja menyelesaikan studi doktoral dan siap kembali mengabdi merupakan investasi masa depan Universitas Cenderawasih dan Tanah Papua,”kata Rektor dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Rektor I Uncen, Dr. Dirk Y.P. Runtuboy, S.Pd., M.Kes.
Adapun lima doktor baru tersebut antara lain;
1. Dr. Anthonius Ho Citra Wijaya, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), lulusan Program Doktor Akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan predikat Sangat Memuaskan.

2. Dr. Ramasoyan Arung Lamba, dosen FEB, lulusan Program Doktor Akuntansi Universitas Airlangga dengan IPK 3,70 predikat Sangat Memuaskan.

3. Dr. Erik Christian Wayangkau, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), lulusan Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro dengan masa studi 3 tahun 8 bulan, IPK 3,92 predikat Cum Laude.
4. Dr. Pahala Tua Hutajulu, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), lulusan Program Doktor Ilmu Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan masa studi 3 tahun 5 bulan, IPK 3,91 predikat Cum Laude.
5. Dr. Felix Reba, dosen Fakultas MIPA, lulusan Program Doktor Ilmu Matematika (Komputasi) Fakultas Sains & Teknologi Universitas Airlangga dengan masa studi 2 tahun 9 bulan, IPK 3,96 predikat Cum Laude.

“Kita percaya bahwa investasi pada sumber daya manusia adalah investasi masa depan universitas cenderawasih dan Tanah Papua,”kata Rektor optimis.
Menurutnya, Uncen terus menunjukkan perkembangan signifikan. Dari sisi infrastruktur, berbagai pembangunan strategis dengan dukungan pemerintah pusat telah dan sedang dilaksanakan melalui skema SBSN, di antaranya Gedung Laboratorium Sains Kesehatan dan Gedung Laboratorium Saintek.
Serta kehadiran Rumah Sakit Vertikal dan hibah Gedung Sains dari PT Freeport Indonesia juga semakin memperkuat kapasitas pembelajaran dan riset.
Di bidang mutu akademik, adaptasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) mulai menunjukkan tren positif.
Pada tahun 2024 terdapat empat program studi terakreditasi unggul, tahun 2025 bertambah lima prodi, dan tahun 2026 sudah ada empat prodi unggul, sehingga total 13 prodi unggul di Uncen saat ini.
“Selalu dalam berbagai kesempatan saya ingatkan bahwa akreditasi bukan tujuan kita yang paling penting bagimana kita membangun (culture) budaya mutu di universitas cenderawasih,”tegas Rektor.
Capaian mahasiswa dan dosen juga membanggakan, mulai dari prestasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Kompetisi Robotik Indonesia, POMNAS, hingga Paduan Suara Uncen yang meraih dua medali emas pada World Choir Games 2026 di Helsingborg, Swedia.
Di sisi dosen, keberhasilan memperoleh hibah penelitian melalui skema BIMA, BRIN, dan hibah kompetitif internasional telah meningkatkan budaya riset dan publikasi ilmiah.
“Sebagai bentuk komitmen lembaga untuk terus mendorong pengembangan sumber daya manusia,”ujarnya.
Editor | Redaksi Metro





