HEADLINES

Forum Wartawan Kebangsaan Pertajam Ideologi Media Massa

18
×

Forum Wartawan Kebangsaan Pertajam Ideologi Media Massa

Sebarkan artikel ini

BOGOR | Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Pusat meneguhkan rencana mempertajam ideologi kebangsaan di Tanah Air yang sementara ini dinilai masih belum jelas.

“FWK akan terus mengkampanyekan ideologi kebangsaan untuk kalangan wartawan, supaya media mempunyai ideologi yang kuat,” kata pendiri FWK Hendry Ch. Bangun dalam rapat Pra Rakernas FWK di Jalan Bukit Nirwana Raya 80, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Hendry, apa yang dilakukan oleh FWK sudah sesuai visi FWK yaitu aktif menjaga kedaulatan bangsa dan setia pada Negara Kesatuan Republik Indinesia (NKRI). “Independen, tapi berwawasan kebangsaan,” tuturnya.

Hendry mantan wartawan senior Harian Kompas yang lama menggeluti bidang olahraga merasakan betul, bagaimana rasa nasionalisme atau kebangsaannya diuji ketika tim olahraga nasional berhadap-hadapan tim manca negara.

“Kami sebagai wartawan Indonesia sering bertemu wartawan asing yang akan meliput tim nasional mereka di stadion. Di situ kami sebagai wartawan olahraga sudah merasakan ketegangan,” kata Hendry, mantan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Rapat FWK dipimpin oleh Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane dan dimoderatori Ketua Panitia Pra Kongres FWK, Dr Budi Nugraha.

Rapat kerja dan sekaligus pra rakernas dihadiri sejumlah wartawan senior antara lain Yesayas Oktavianus mantan wartawan olahraga Harian Kompas, Untung Kurniadi, AR Loebis, dan Sayid Iskandarsyah, Rita Sri Hastuti, Mohammad Nasir, Herwan Pebriansyah, Dadang Rachmat, Edi Kuswanto, Abdulillah Pahresi, Berman Nainggolan L Radja, Herry Sinamarata, dan Rudy Sitompul.

Untung Kurniadi, pengurus FWK mengusulkan, selain menyelenggarakan diskusi yang bertema kebangsaan, juga perlu dilengkapi dengan wawancara untuk podcast.

“Yang diwawancarai bisa tokoh dari luar atau dalam FWK. Para wartawan senior di sini yang menguasai spesialisasi di bidang masing-masing juga bisa diwawancarai untuk podcast,” kata Untung.

Hendry menegaskan, FWK bicara berdasarkan fakta, bukan asal bicara. Karena itu FWK juga melakukan dan melayani permintaan riset.

“Kami akan bekerja sama dengan lembaga penelitian di sejumlah perguruan tinggi yang mempunyai reputasi tinggi,” tambah Raja Parlindungan Pane.

Bahkan untuk memperkuat jaringan informasi di daerah-daerah, FWK akan membentuk perwakilan di daerah-daerah. Dengan demikian, bahasan-bahasan yang berkembang dalam diskusi FWK menjadi komprehensif.

Editor | TIM | PAPUA GROUP

KLIK DISINI, IKUTI BERITA METROPAPUA DI GOOGLE NEWS
KONTEN DIBAWAH INI TANGGUNG JAWAB MITRA IKLAN
error: Content is protected !!